<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474</id><updated>2012-02-15T22:38:06.639-08:00</updated><title type='text'>kajian islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-386332840335375798</id><published>2010-01-19T23:03:00.000-08:00</published><updated>2010-09-11T23:52:03.058-07:00</updated><title type='text'>CAU</title><content type='html'>Perpisahan tidaklah diinginkan jika sudah merasa nyaman dengan kondisi di dunia ini&lt;br /&gt;Senyaman apapun, tentu kita akan menemui hari perpisahan&lt;br /&gt;Berpisah dengan dunia -kematian- menuju hari-hari perhitungan dan bermuara pada SURGA or NERAKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya (Ali 'Imran : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat beribadah menuju hari ”kebangkitan setelah mati, hisab, pembalasan amal perbuatan, surga dan neraka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (An Nahl : 97)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Setelah Mati, Hisab, Pembalasan Amal Perbuatan, Surga dan Neraka&lt;br /&gt;(Ditulis oleh Syeikh Abdur Rohman bin Hammad Ali Umar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda telah mengenal –wahai orang yang berakal- bahwa Allah menciptakan anda supaya anda beribadah kepada-Nya maka ketahuilah bahwa Allah memberitahukan dalam seluruh kitab-Nya yang Dia turunkan kepada para Rasul-Nya bahwa Dia akan membangkitkan anda hidup-hidup setelah mati. Lalu mengganjar anda atas amal perbuatan anda di akhirat setelah mati. Hal itu dikarenakan lewat kematian manusia berpindah dari negeri amal lagi fana’ –yakni kehidupan ini–menuju negeri pembalasan nan abadi, yaitu kehidupan setelah mati. Jika masa yang Allah tentukan untuk manusia hidup telah sempurna maka Allah menitahkan malaikat maut untuk mencabut ruhnya dari jasadnya lalu iapun mati setelah sebelumnya merasakan pahitnya kematian sebelum keluar ruhnya dari jasadnya. &lt;br /&gt;Adapun ruh, maka Allah menjadikannya berada di negeri penuh kenikmatan (surga) jika ruh tersebut beriman dan taat kepada Allah. Dan jika ruh itu kafir kepada Allah, mendustakan hari kebangkitan dan pembalasan setelah mati, maka Allah menjadikan ruh tersebut berada di negeri azab (neraka). Sampai tiba masa akhir dunia yang dijanjikan lalu terjadilah Kiamat. Semua makhluk yang ada mati dan tinggallah Allah semata yang ada. Kemudian Allah membangkitkan seluruh makhluk –sampai hewan- dan dikembalikan semua ruh kepada jasadnya masing-masing. Setelah Allah mengembalikan jasad dengan sempurna sebagaimana Dia ciptakan awal mula. Hal itu dalam rangka Allah menghisab manusia lalu memberikan balasan kepada mereka atas amal perbuatannya, baik laki maupun perempuan, pemimpin maupun rakyat, yang kaya dan yang miskin tanpa menzalimi seorangpun. Dia mengqishash (hukum balas) bagi yang terzalimi terhadap yang mendzalimi. Sampai-sampai hewan dibalaskan dari yang menzaliminya. Dia balaskan bagi sebagian terhadap sebagian yang lain kemudian berfirman kepada hewan: “Jadilah kamu tanah” karena hewan tidak masuk surga maupun neraka. &lt;br /&gt;Allah memberikan balasan bagi manusia dan jin masing-masing sesuai amal perbuatan-Nya. Lalu Dia memasukkan orang-orang mukmin yang menaati-Nya dan mengikuti Rasul-Nya ke dalam surga sekalipun mereka itu orang paling fakir. Dan memasukkan orang-orang kafir lagi mendustakan ke dalam nereka sekalipun mereka itu orang yang paling kaya dan paling hebat di dunia. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu” (Al Hujurat : 13)&lt;br /&gt;Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan. Didalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tak seorangpun mampu menggambarkannya. Di dalam surga terdapat seratus derajat. Setiap derajat mempunyai penghuni menurut kadar keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah. Derajat terendah di surga ialah penghuninya diberi kenikmatan seperti kenikmatan raja termewah di dunia 70 kali lipat. &lt;br /&gt;Neraka –semoga Allah melindungi kita darinya ialah tempat penuh azab di akhirat setelah mati. Didalamnya terdapat berbagai macam siksaan dan hukuman yang bisa membangkitkan ketakutan hebat di hati dan mata menangis jika disebutkan. Sekiranya kematian didapati di kampung akhirat niscaya matilah penghuni neraka karena sekedar melihatnya. Akan tetapi kematian itu hanyalah sekali saja sebagai sarana manusia pindah dari kehidupan dunia menuju akhirat. Di dalam Al Qur’an disebutkan secara mendetail tentang kematian, kebangkitan dan hisab (penghitungan amal perbuatan), pembalasan, surga dan neraka serta semua yang kami sebutkan tadi. &lt;br /&gt;Dalil-dalil adanya kebangkitan setelah mati, hisab dan pembalasan teramat banyak. Allah ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an :&lt;br /&gt;“dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain” (Toha : 55)&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami ; dan dia lupa kepada kejadiaannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Robb yang menciptakannya kali pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (Yasin : 78-79)&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“Orang-orang yang kafir menyangka, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Tidak demikian, demi Robbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” (At Taghabun : 7).&lt;br /&gt;Makna Ayat Secara Umum:&lt;br /&gt;Pada ayat pertama Allah ta’aala memberitakan bahwa Dia menciptakan manusia mulanya dari tanah. Yaitu ketika menciptakan moyang mereka, Adam dari tanah. Kemudian Dia memberitakan akan mengembalikan manusia ke dalam tanah setelah mati yakni di dalam kubur sebagai penghormatan bagi mereka. Lalu Dia memberitakan akan mengeluarkan mereka pada waktu yang lain sehingga manusia keluar hidup-hidup dari kuburnya dari manusia pertama hingga yang paling akhir. Kemudian Allah menghitung amal perbuatan mereka dan memberinya balasan. &lt;br /&gt;Pada ayat kedua Allah membantah orang kafir yang mendustakan adanya kebangkitan setelah mati dimana menganggap mustahil tulang belulang bisa hidup kembali setelah hancur luluh. Allah membantah orang kafir tersebut dengan memberitakan bahwa Dia akan menghidupkan tulang belulang itu karena Dialah yang telah menciptakannya kali pertama dari sebelumnya tidak ada. &lt;br /&gt;Pada ayat ketiga Allah membantah orangorang kafir yang mendustakan adanya kebangkitan setelah mati bahwa mereka telah salah prasangka. Dia memerintahkan Rasul-Nya supaya bersumpah kepada mereka dengan nama Allah untuk menunjukkan keseriusan bahwa Allah pasti akan membangkitkan mereka dan akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat lalu mmemberi balasan kepada mereka atas perbuatan tersebut. Dan semua itu amatlah mudah bagi Allah.&lt;br /&gt;Pada ayat lain Allah memberitakan bahwa apabila Dia telah membangkitkan orang-orang yang mendustakan adanya kebangkitan setelah mati dan adanya neraka, Dia akan siksa mereka di neraka Jahanam seraya dikatakan kepada mereka: &lt;br /&gt;“Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya” (Sajdah : 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Syeikh Abdur Rohman bin Hammad Ali Umar. 1428. Agama Yang Benar [Menguak Kebenaran Agama Islam Secara Konseptual dan Rasional]: Maktabah Ummu Salma al-Atsariyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-386332840335375798?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/386332840335375798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/cau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/386332840335375798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/386332840335375798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/cau.html' title='CAU'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-7860062308659889892</id><published>2010-01-19T23:02:00.000-08:00</published><updated>2010-09-11T23:52:03.059-07:00</updated><title type='text'>DILARANG MEROKOK DI KAMAR INI</title><content type='html'>Melihat dari salah satu media, bahwa jumlah perokok di Indonesia menduduki posisi ketiga di dunia setelah China dan India, padahal katanya Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, berarti kebanyakan perokok adalah umat islam, bukan? Menyedihkan bukan... Mari kita cegah saudara-saudara kita untuk segera berhenti merokok maupun tindakan lainnya supaya kegiatan yang berkaitan dengan rokok hilang eksistensinya di muka bumi ini J, karena bahaya tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang disekitarnya, terutama dilihat dari pandangan syariat islam!!! Semangat...&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Tidak jarang diantara kita yang kembali mengulangi kemaksiatan setelah bertaubat. Begitu pula dengan merokok, yang setelah mengetahui hukumnya, namun tetap saja dia merokok. Memang butuh komitmen yang kuat atas dasar cinta kepada allah dan berusaha untuk taat kepada Allah, (Ya Allah berilah kami hidayah untuk tetap taat kepada-Mu dan istiqomah dalam ketaatan, amin). Berikut tips agar kita semangat untuk meninggalkan kemaksiatan kita kepada Allah, yang berjudul: Aku Bertaubat Kemudian Aku Kembali Kepada Kemaksiatan (http://www.almanhaj.or.id/content/2037/slash/0). &lt;br /&gt;Katakan juga pada diri kita pada saat terlintas pikiran dan berhasrat ingin merokok...&lt;br /&gt;“cegahlah lintasan pikiran sebelum menjadi ketetapan hati” &lt;br /&gt;“cegahlah ketetapan hati sebelum menjadi niat”&lt;br /&gt;“cegahlah niat sebelum menjadi perbuatan”&lt;br /&gt;“cegahlah perbuatan sebelum menjadi kebiasaan-&lt;br /&gt;  karena jika sudah menjadi kebiasaan maka akan sulit dihilangkan”&lt;br /&gt;HUKUM MEROKOK MENURUT SYARIAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum merokok menurut syari’at, berikut dalil-dalil yang mengharamkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah serta i’tibar (logika) yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari Al-Qur’an adalah firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [Al-Baqarah : 195]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok termasuk perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari As-Sunnah yang lainnya, sebagaimana hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak oleh membahayakan (orang lain)” [Hadits Riwayat Ibnu Majah, kitab Al-Ahkam 2340]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya. Alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya, anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua i’tibar tersebut menunjukkan bahwa merokok adalah diharamkan hukumnya. Karena itu, nasehat saya buat saudaraku kaum muslimin yang didera oleh kebiasaan menghisapnya agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalakannya sebab di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah serta megharap pahalaNya dan menghindari siksaanNya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam Kitabullah ataupun Sunnah RasulNya perihal haramnya merokok itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas statemen ini, bahwa nash-nash Kitabullah dan As-Sunnah terdiri dari dua jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Satu jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah di mana mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Satu jenis lagi yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Al-Qur’an dan dua buah hadits yang telah kami singgung di atas yang menujukkan secara umum keharaman merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk contoh jenis kedua adalah firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah” [Al-Maidah : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesunguhnya (meminum) khamr, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu” [Al-Ma’idah : 90]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, baik nash-nash tersebut termasuk ke dalam jenis pertama atau jenis kedua, maka ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pendalilan mengindikasikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Program Nur Alad Darb, dari Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin]&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/263/slash/0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM ROKOK, MENJUAL DAN MEMPERDAGANGKANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah hukum rokok, haram atau makruh ? Dan apakah hukum menjual dan memperdagangkannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Rokok diharamkan karena ia termasuk Khabits (sesuatu yang buruk) dan mengandung banyak sekali mudharat, sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya membolehkan makanan, minuman dan selain keduanya yang baik-baik saja bagi para hambaNya dan mengharamkan bagi mereka semua yang buruk (Khaba’its). Dalam hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka’ Katakanlah, ‘Dihalalkan bagimu yang baik-baik” [Al-Maidah : 4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan firmanNya ketika menyinggung sifat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam surat Al-Araf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya :…Yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, rokok dengan segala jenisnya bukan termasuk Ath-Thayyibat (segala yang baik) tetapi ia adalah Al-Khaba’its. Demikian pula, semua hal-hal yang memabukkan adalah termasuk Al-Khaba’its. Oleh karenanya, tidak boleh merokok, menjual ataupun berbisnis dengannya sama hukumnya seperti Khamr (arak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah wajib bagi orang yang merokok dan memperdagangkannya untuk segera bertaubat dan kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyesali perbuatan yang telah diperbuat serta bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Dan barangsiapa melakukan taubat dengan setulus-tulusnya, niscaya Allah akan menerimanya sebagaimana firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [An-Nur : 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar” [Thaha : 82]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kitabut Da’wah, dari fatwa Syaikh Ibn Baz, hal.236]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/651/slash/0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-7860062308659889892?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/7860062308659889892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/dilarang-merokok-di-kamar-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/7860062308659889892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/7860062308659889892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/dilarang-merokok-di-kamar-ini.html' title='DILARANG MEROKOK DI KAMAR INI'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-4745525181876412665</id><published>2010-01-19T22:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T23:04:52.707-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR MENCINTAI ALLAH DAN RASUL – NYA</title><content type='html'>‘Sakit hati, bikin sakit hati, semua ini terjadi berkali-kali’’&lt;br /&gt;‘’Sakit hati karena cinta ?? Menyedihkan ?? Banget !!&lt;br /&gt;‘’Semoga tulisan ini menjadi jawabannya’’&lt;br /&gt;‘’Ya Allah, ampunilah, berilah petunjuk, dan ridhoilah aku’’&lt;br /&gt;‘’Ya Allah, sembuhkanlah, jadikanlah aku termasuk orang yang sabar, dan tutupilah aibku’’&lt;br /&gt;‘’Amin‘’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;"Artinya : Katakanlah (wahai Muhammad):"Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang."Katakanlah (wahai Muhammad) :"taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad shalallahu alaihi wa sallam), maka jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir." [Ali-Imran: 31-32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullah (wafat th. 774 H): “Ayat ini adalah pemutus hukum bagi setiap orang yang mengaku mencintai Allah namun tidak mau menempuh jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang itu dusta dalam pengakuannya tersebut hingga ia mengikuti syari’at dan agama yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua ucapan dan perbuatannya (Tafsiir Ibni Katsiir (I/384), cet. Daarus Salam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Allah menyebutkan tanda-tanda kecintaan kepada Allah dan buah-buahnya. Termasuk tanda-tandanya adalah mengikuti Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Dan mengikuti beliau berarti taat kerpada Allah. Adapun hasil taat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam adalah; ia mendapatkan kecintaan, pengampunan dosa dan rahmat dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;Artinya : Itulah hudud (hukum-hukum) Allah. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya niscaya Allah akan masukkan dia ke dalam Surga (taman-taman) yang didalamnya mengalir sungai-sungai dan mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya serta melannggar batasan-batasan (larangan-larangan) Nya niscaya Allah akan memasukkan dia kedalam Neraka dan dia kekal di dalamnya dan baginya azab yang menghinakan [An-Nisaa : 13-14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Tiga perkara, apabila terdapat pada diri seseorang maka dia akan mendapat kelezatan iman: (1) apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, (2) mencintai seseorang semata-mata karena Allah, (3) membenci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci di-campakkan ke dalam api.” (HR. Al-Bukhari (no. 16, 21, 6041) dan Muslim (no. 43 (67)) dari Shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu, dan lafazh ini milik Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hal yang terpenting bagi seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari adalah mengamalkan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam keseluruhan tindak tanduknya, perkataan, perbuatannya sehingga keseluruhan kehidupannya diwarnai oleh sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sepanjang pagi hingga sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya (tinggi rendahnya) kedudukan seseorang mukmin diukur dengan kekuatan ittibaâ (mengikuti) sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam maka ketika makin banyak sunnah yang ia jalankan maka semakin tinggi dan terhormat pula kedudukannya disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi Dan Tanda-Tanda Cinta Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan adanya peng-agungan, memuliakan, meneladani beliau dan men-dahulukan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas segala ucapan makhluk serta mengagungkan Sunnah-Sunnahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentaati apa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan. Allah memerintahkan setiap Muslim dan Muslimah untuk taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dengan taat kepada beliau menjadi sebab seseorang masuk Surga.&lt;br /&gt;Kita wajib mentaati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjalankan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. Hal ini merupakan konsekuensi dari syahadat (kesaksian) bahwa beliau adalah Rasul (utusan) Allah. Dalam banyak ayat Al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk mentaati Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya ada yang diiringi dengan perintah taat kepada Allah, &lt;br /&gt;Sebagaimana firman-Nya&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya...” [An-Nisaa': 59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membenarkan apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berkata menurut hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan diri dari apa yang dilarang dan dicegah oleh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah ; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya [Al-Hasyr : 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribadah sesuai dengan apa yang beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam syari’atkan, atau dengan kata lain ittiba’ kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Agama Islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengajarkan ummat Islam tentang bagaimana cara yang benar dalam beribadah kepada Allah, dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan semuanya. Oleh karena itu, ummat Islam wajib ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mereka mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kejayaan dan dimasukkan ke dalam Surga-Nya.&lt;br /&gt;Di antara tanda cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengamalkan Sunnahnya, menghidupkan, dan mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkannya, serta berjuang membela As-Sunnah dari orang-orang yang mengingkari As-Sunnah dan melecehkannya. Termasuk cinta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menolak dan mengingkari semua bentuk bid’ah, karena setiap bid’ah adalah sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran Bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya ber-shalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azas Islam Adalah Tauhid Dan Menjauhkan Syirik (http://www.almanhaj.or.id/content/1328/slash/0)&lt;br /&gt;Definisi Ibadah Yang Benar ( http://www.almanhaj.or.id/content/1337/slash/0)&lt;br /&gt;Konsekuensi Dan Tanda-Tanda Cinta Kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (http://www.almanhaj.or.id/content/1963/slash/0)&lt;br /&gt;Muqaddimah Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah (http://www.almanhaj.or.id/content/937/slash/0)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-4745525181876412665?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/4745525181876412665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/belajar-mencintai-allah-dan-rasul-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/4745525181876412665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/4745525181876412665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2010/01/belajar-mencintai-allah-dan-rasul-nya.html' title='BELAJAR MENCINTAI ALLAH DAN RASUL – NYA'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-6327500849768845079</id><published>2009-12-08T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T20:16:08.176-08:00</updated><title type='text'>Demontsrasi dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>Demonstrasi, Solusi Atau Polusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini, tgl 9, adalah hari anti korupsi, banyak pemuda islam yang ikut ambil bagian di dalamya, diantaranya ialah demontrasi. perlu diingat, kita perlu melihat bagaimana pandangan islam terhadap perbuatan kita. Berikut kajian islam terkait dengan demonstrasi yang dikutip dari manhaj.or.id, semoga bermanfaat untuk dipahami dan diamalkan...&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh  Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang telah  mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk  memenangkannya diatas segenap agama, dan cukuplah Allah sebagai  saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban  ajaran yang bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan  pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau  sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Qur’an, Allah  memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus dengan  firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj  jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan  (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang  demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am :  153]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan  firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya  takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur :  63]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui  sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup  setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian  untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang  telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud,  shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan di dalam  sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa  siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan  tergelincir, yaitu ketika beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika kalian,  melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah  orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati  dari mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan  dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam  sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari  manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara  mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia  akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para  pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar  ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lafadz Bukhari  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa  banyak orang-orang seperti ini di zaman kita, suatu zaman yang segala urusan di  dalamnya bercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya sedikit,  sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam kebenaran  maupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena menyelisihi  pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas manusia, terlebih  lagi di zaman yang kacau dan serba global ini, komunikasi begitu mudah dan  cepat, maka muncullah slogan-slogan heboh : demokrasi, liberal, hak-hak wanita,  hak azasi manusia (HAM), persamaan gender dan yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua  diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah dididik oleh  barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui media masa,  gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua  merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang paling  buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara slogan bodoh muncul adalah demonstrasi, pencetusnya  adalah orang-orang kafir, mereka roang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan  tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri kaum  muslimin melalui didikan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa api fitnah, bid’ah  dan slogan menyialaukan muncul di saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam  kobarannya ketika para ulama masih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah telah menjaga  negeri Al-Haramain (Mekkah dan Madinah) dari berbagai fitnah dan kejahatan yang  besar serta bid’ah, berkat anugrah Allah, kemudian karena adanya kumpulan para  ulama rabbaniyyin yang tidak takut celaan manusia ketika membela agama Allah,  setiap kali tanduk bid’ah muncul, maka mereka segera menumpasnya, begitupula  setiap kali leher ahlul bid’ah terangkat, maka mereka segera menundukkannya  dengan ilmu syari’at, penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para  Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali, saya tidak menyangka akan muncul generasi Al-Haramain  yang mengajak kepada slogan jahiliyyah ini, sampai akhirnya benar-benar muncul.  Dan kita yakin, bahwa mereka terpengaruh oleh orang-orang luar, atau mereka  berfatwa tanpa dasar ilmu. Maka ada yang bertanya : Apa hukum  demonstrasi-demonstrasi ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab.&lt;br /&gt;Demonstrasi adalah bid’ah  ditinjau dari berbagai sudut pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Demonstrasi ini  digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin,  lebih-lebih di negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, menurut pelakunya,  demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami,  bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang  memerintahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah  dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam  agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun  Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara  mu’allaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak  kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.&lt;br /&gt;Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal  beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak  ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka  semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan  mendahului kita untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga&lt;br /&gt;Sebagian orang menisbatkan  demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali  tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka  penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang  pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan  berhijrah di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;br /&gt;Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh  (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum,  maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang  hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum  muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang  kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima&lt;br /&gt;Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk  membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan.  Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di  Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka  semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah  ?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan  amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh  diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan  diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan  kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu  dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam.&lt;br /&gt;Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi  adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat,  karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka  mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta  kecapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, yang wajib bagi mereka adalah  menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang  bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai  bentuk pengamalan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan siapkanlah untuk  menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang  ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh  Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang  Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan  dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”  [Al-Anfaal : 60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh&lt;br /&gt;Di dalam demonstrasi tersimpan  kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta  demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan  umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath,  bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan,  ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ?  Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan&lt;br /&gt;Islam  memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari  kebaikannya, maka dihukumi haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja demonstrasi berdampak pada  turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak  dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat  suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan&lt;br /&gt;Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah  dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah  akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah.  Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum perang  Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di  waktu genting,-pent) kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu  memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya  Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang  datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga merendahkan diri  kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat  untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa  sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal  keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi  bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika  menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan  musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh&lt;br /&gt;Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret  pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang  melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam  kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan  harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu  luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelas.&lt;br /&gt;Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan  orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan  mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara  yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut  berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang  banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa  (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua belas.&lt;br /&gt;Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja  yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang  ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik,  sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an,  disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud  (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang  yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga belas&lt;br /&gt;Hakikat para  demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka  membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada  seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi,  karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya  para demonstran (!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kempat belas&lt;br /&gt;Para pendemo hakekatnya,  mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan  firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya  Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pasti akan  terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka  akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah  bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya.  Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin  menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar  batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya memohon  kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan  kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah  yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua  orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya  kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan  rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim  tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah  memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta  keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan  Imam Wahyudi Lc]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5  No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy  Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2141/slash/0"&gt;http://www.almanhaj.or.id/content/2141/slash/0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-6327500849768845079?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/6327500849768845079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/12/demontsrasi-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/6327500849768845079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/6327500849768845079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/12/demontsrasi-dalam-pandangan-islam.html' title='Demontsrasi dalam Pandangan Islam'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-8099453041234413397</id><published>2009-04-30T01:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T01:17:50.281-07:00</updated><title type='text'>SYIRIK NIAT</title><content type='html'>&lt;div&gt;Seorang mukmin selalu berusaha meniatkan&lt;br /&gt;seluruh amalan dan dan aktivitasnya untuk meraih ridho&lt;br /&gt;Allah, balasan-Nya, dan Surga-Nya, juga agar selamat&lt;br /&gt;dari Neraka. Inilah yang disebut ikhlas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Allah Subhanahuwa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, dan&lt;br /&gt;matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada&lt;br /&gt;sekutu bagi-NYa; dan demikian itulah yang diperintahkan&lt;br /&gt;kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama&lt;br /&gt;menyerahkan diri (kepada Allah).” (Al-An’am: 162-163)&lt;br /&gt;Allah mensyaratkan perbuatan kebaikan dengan&lt;br /&gt;niat ikhlas untuk mendapatkan balasan-Nya,&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang berbuat demikian (yaitu: berbisik&lt;br /&gt;memerintahkan bersedekah, berbuat ma’ruf, atau&lt;br /&gt;mengadakan perbaikan di antara manusia) karena&lt;br /&gt;mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi&lt;br /&gt;kepadanya pahala yang besar.”&lt;br /&gt;(An-Nisaa’: 114)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberikan niat&lt;br /&gt;orang-orang abrar (berbakti) di dalam bershadaqah&lt;br /&gt;dengan firman-Nya,&lt;br /&gt;“Al-Abrar berkata: “Sesungguhnya kami memberi&lt;br /&gt;makanan kepadamu hanyalah untuk wajah Allah, kami&lt;br /&gt;tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula&lt;br /&gt;(ucapan) terima kasih.” (Al-Insaan: 9)&lt;br /&gt;Itu semua karena ikhlas merupakan salah satu&lt;br /&gt;syarat diterimanya amal di sisi Allah Subhanahu wa&lt;br /&gt;Ta’ala, selain iman dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan&lt;br /&gt;Nabi). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya, Allah tidak akan menerima dari semua&lt;br /&gt;jenis amalan kecuali yang murni untuk-Nya dan untuk&lt;br /&gt;mencari wajah-Nya.”&lt;br /&gt;(HR. An-Nasai, no. 3140; Lihat Silsilah Ash-Shahihah, no. 52;&lt;br /&gt;Ahkamul Janaiz, hal. 63)&lt;br /&gt;Dalam hadits lain beliau bersabda,&lt;br /&gt;“Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman: Aku paling tidak&lt;br /&gt;membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan&lt;br /&gt;suatu amalan, dia menyekutukan selain Aku bersama-Ku&lt;br /&gt;pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya.”&lt;br /&gt;(HR. Muslim, no. 2985)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;Waspadai Syirik Niat!&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Termasuk jenis syirik yang tidak diketahui oleh&lt;br /&gt;banyak orang adalah syirik niat. Yaitu seseorang&lt;br /&gt;meniatkan semua pekerjaan dan amalannya untuk dunia,&lt;br /&gt;untuk selain Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan&lt;br /&gt;perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka&lt;br /&gt;balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna&lt;br /&gt;dan mereka di dunia itu tidak akan merugi. Itulah orangorang&lt;br /&gt;yang di akhirat tidak memperoleh kecuali Neraka,&lt;br /&gt;dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka&lt;br /&gt;usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka&lt;br /&gt;kerjakan.” (Huud: 15-16)&lt;br /&gt;Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir Ath-Thabari&lt;br /&gt;rahimahullah berkata, “Allah Yang Maha Tinggi sebutan-&lt;br /&gt;Nya berkata: “Barangsiapa yang menghendaki&lt;br /&gt;kehidupan dunia dengan amalannya, dan dia hanya&lt;br /&gt;mencari dunia dan perhiasannya dengan amalannya itu,&lt;br /&gt;niscaya Kami berikan kepada mereka balasan-balasan&lt;br /&gt;dan pahala amalan mereka di dunia dengan sempurna&lt;br /&gt;dan mereka di dunia itu tidak akan merugi, yaitu tidak&lt;br /&gt;akan dikurangi balasannya, bahkan akan diberikan&lt;br /&gt;secara sempurna kepada mereka di dunia.”&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abbas radliallahu ‘anhuma, dia&lt;br /&gt;berkata, “Barangsiapa beramal shalih untuk mencari&lt;br /&gt;dunia, dia melakukan puasa, shalat dan tahajjud pada&lt;br /&gt;waktu malam, dia tidak akan melakukannya kecuali untuk&lt;br /&gt;mencari dunia, Allah Ta’ala akan berkata: “Aku akan&lt;br /&gt;memberikan dengan sempurna pahala yang dia cari di&lt;br /&gt;dunia.” Namun, amalannya yang dilakukan untuk mencari&lt;br /&gt;dunia itu gugur, dan di akhirat dia termasuk orang-orang&lt;br /&gt;yang merugi.”&lt;br /&gt;Dari Qatadah rahimahullah, dia berkata:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang keinginannya hanyalah dunia, dia&lt;br /&gt;hanya mencari dunia, Allah akan memberikan harta&lt;br /&gt;kepadanya dan akan memberikan kepadanya&lt;br /&gt;kehidupannya, dan itu merupakan qishash (balasan yang&lt;br /&gt;sepadan) baginya karena amalannya, dan dia di dunia&lt;br /&gt;tidak akan dizholimi.”&lt;br /&gt;Dari Adh-Dhahak rahimahullah, dia berkata:&lt;br /&gt;“Barangsiapa beramal shalih dengan tanpa taqwa –yaitu&lt;br /&gt;dari orang musyrik- Allah memberi balasan di dunia atas&lt;br /&gt;amal tersebut. Seperti berbuat baik kepada kerabat,&lt;br /&gt;memberi kepada peminta-minta, menyayangi orang yang&lt;br /&gt;kesusahan, dan semacamnya dari amal-amal kebajikan,&lt;br /&gt;Allah akan menyegerakan balasan amalannya baginya di&lt;br /&gt;dunia, Allah akan meluaskan padanya di dalam&lt;br /&gt;penghidupan, rezeki, memberikan kesenangan padanya&lt;br /&gt;di dalam apa yang telah Dia berikan, dan Dia menolak&lt;br /&gt;darinya perkara-perkara yang tidak disukai di dunia&lt;br /&gt;semacam ini. Tetapi di akhrirat dia tidak mendapatkan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bagian.” (Lihat Tafsir Ath-Thabari, juz 7, hal. 12, pada&lt;br /&gt;tafsir Surat Huud: 15-16)&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;rahimahullah berkata menjelaskan makna ayat di atas,&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia”, yaitu&lt;br /&gt;kekal di dunia, “dan perhiasannya”, yaitu harta, anakanak,&lt;br /&gt;wanita-wanita, sawah lading, binatang-binatang&lt;br /&gt;ternak, kuda pilihan, sebagaimana firman Allah&lt;br /&gt;Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan&lt;br /&gt;kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anakanak,&lt;br /&gt;harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda&lt;br /&gt;pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading.&lt;br /&gt;Itulah kesenangan hidup di dunia.” (Ali Imran: 14)&lt;br /&gt;Dan maknanya, bahwa mereka akan diberi apa&lt;br /&gt;yang mereka kehendaki di dunia. Di antaranya adalah&lt;br /&gt;orang-orang kafir, mereka tidak berusaha kecuali untuk&lt;br /&gt;dunia dan perhiasannya, oleh karena itulah disegerakan&lt;br /&gt;untuk mereka kebaikan mereka di dalam kehidupan&lt;br /&gt;dunia mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan&lt;br /&gt;ke neraka (kepada mereka dikatakan): ‘Kamu telah&lt;br /&gt;menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan&lt;br /&gt;duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang&lt;br /&gt;dengannya.” (Al-Ahqaaf: 20)&lt;br /&gt;Oleh karena inilah, tatkala Umar radliallahu ‘anhu&lt;br /&gt;menangis ketika melihat bekas tikar pada lambung Nabi&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Nabi bertanya: “Apa&lt;br /&gt;yang menyebabkanmu menangis?” Dia menjawab:&lt;br /&gt;“Wahai Rasulullah, Kisra dan Qaishar, keduanya&lt;br /&gt;keduanya hidup di dalam kenikmatan, sedangkan&lt;br /&gt;engkau di dalam keadaan ini!”. Maka, Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang kebaikan-kebaikan mereka telah&lt;br /&gt;disegerakan untuk mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, itu merupakan bahaya pada&lt;br /&gt;mereka, karena sesungguhnya jika mereka telah&lt;br /&gt;meninggalkan negeri kesenangan (dunia ini) menuju&lt;br /&gt;negeri yang panas membakar (Neraka), itu menjadi lebih&lt;br /&gt;berat dan dahsyat di dalam kehilangan kesenangan yang&lt;br /&gt;mereka dapati di dunia. Firman Allah , “Dan mereka di&lt;br /&gt;dunia tidak akan dirugikan”, yaitu mereka tidak akan&lt;br /&gt;dikurangi dari balasan mereka, karena Allah Maha Adil,&lt;br /&gt;tidak mendzolomi, sehingga mereka diberi apa yang&lt;br /&gt;mereka kehendaki. Firman Allah, “itulah orang-orang”,&lt;br /&gt;yaitu orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia&lt;br /&gt;dan perhiasannya, firman-Nya, “di Akhirat tidak&lt;br /&gt;memperoleh kecuali Neraka”, ini pembatasan, ini berarti&lt;br /&gt;bahwa mereka tidak akan masuk Surga, karena orang&lt;br /&gt;yang tidak mendapatkan kecuali Neraka, dia dicegah dari&lt;br /&gt;Surga. Kita memohon perlindungan kepada Allah.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;(Diringkas dari Al-Qaulul Mufid Syarh Kitab At-Tauhid juz&lt;br /&gt;, hal. 245-246)&lt;br /&gt;Akan tetapi, ayat di atas, yaitu surat Huud ayat 15-&lt;br /&gt;16, dikhususkan oleh Allah di d lam surat Al-Isra’,&lt;br /&gt;“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang&lt;br /&gt;(duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa&lt;br /&gt;yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki,&lt;br /&gt;dan Kami tentukan baginya Neraka Jahannam; ia akan&lt;br /&gt;akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat&lt;br /&gt;dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh&lt;br /&gt;sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah&lt;br /&gt;orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.”&lt;br /&gt;(Al-Isra’: 18-19)&lt;br /&gt;Hal ini dapat kita lihat dengan dua perkara:&lt;br /&gt;1. Bahwa kaidah agama di dalam nash-nash, bahwa&lt;br /&gt;yang lebih khusus itu di dahulukan dari yang lebih&lt;br /&gt;umum. Ayat dalam surat Huud umum, karena setiap&lt;br /&gt;orang yang menghendaki kehidupan dunia dan&lt;br /&gt;perhiasannya, Allah memberikan kepadanyabalasan&lt;br /&gt;amalannya dan Dia memberikan apa yang dia&lt;br /&gt;kehendaki untuk diberi. Adapun ayat dalam surat Al-&lt;br /&gt;Isra’ itu khusus, yaitu Kami segerakan baginya di&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang&lt;br /&gt;Kami kehendaki.&lt;br /&gt;2. Bahwa kenyataan menunjukkan apa yang ditunjukkan&lt;br /&gt;oleh ayat dalam surat Al-Isra’. Karena dikalangan&lt;br /&gt;orang-orang miskin dari orang-orang kafir ada yang&lt;br /&gt;lebih miskin dari orang-orang miskin pada kaum&lt;br /&gt;muslimn. Sehingga keumuman ayat dalam surat&lt;br /&gt;Huud dikhususkan dengan ayat dalam surat Al-Isra’.&lt;br /&gt;Maka, perkara itu diserahkan kepada kehendak Allah,&lt;br /&gt;dan pada orang yang Dia kehendaki.”&lt;br /&gt;(Diringkas dari Al-Qaulul Mufid Syarh kitab At-Tauhid, juz&lt;br /&gt;2, hal. 247-248)&lt;br /&gt;Apa yang dijelaskan oleh para ulama di atas,&lt;br /&gt;bahwa amal kebaikan orang-orang kafir dibalas di dunia&lt;br /&gt;telah ditunjukkan oleh hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa&lt;br /&gt;sallam yang shahih. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi&lt;br /&gt;wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;“Sesunguhnya Allah tidak akan menzhalimi kepada orang&lt;br /&gt;mukmin satu kebaikanpun, dia akan diberi (rezeki di&lt;br /&gt;dunia) dengan sebab kebaikan itu, dan akan dibalas di&lt;br /&gt;akhirat. Adapun orang kafir, maka dia diberi makan&lt;br /&gt;dengan kebaikan-kebaikannya yang telah dia lakukan&lt;br /&gt;karena Allah di dunia, sehingga jika dia telah sampai di&lt;br /&gt;akhirat, tidak ada baginya satu kebaikanpun yang akan&lt;br /&gt;dibalas.” (HR. Muslim, no. 2808 dari Abu Hurairah, lihat&lt;br /&gt;Ash-Shahihah, no. 53)&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui hal itu, maka janganlah&lt;br /&gt;kita terperdaya dengan kenikmatan dan kemegahan&lt;br /&gt;yang ada pada orang-orang kafir, karena sesungguhnya&lt;br /&gt;itu adalah kebaikan-kebaikan mereka yang balasannya&lt;br /&gt;disegerakan di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan&lt;br /&gt;orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah&lt;br /&gt;kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka&lt;br /&gt;ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang&lt;br /&gt;sebutuk-buruknya.” (Ali Imran: 196-197)&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahir Rabbil ‘aalamin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Muslim Abu Isma’il Atsari&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Disebarkan dalam bentuk ebook oleh:&lt;br /&gt;Aboe Zayd el-Posowy&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-8099453041234413397?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/8099453041234413397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/04/syirik-niat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/8099453041234413397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/8099453041234413397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/04/syirik-niat.html' title='SYIRIK NIAT'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-953545750398747474.post-8524401049068675012</id><published>2009-04-26T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T20:35:46.032-07:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA NIAT</title><content type='html'>&lt;font face="trebuchet ms"&gt;Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Khaththab&lt;br /&gt;radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya amalamal&lt;br /&gt;itu tergantung dengan niat, dan sesungguhnya seseorang&lt;br /&gt;itu hanya akan mendapatkan balasan sebagaimana niatnya.&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya,&lt;br /&gt;maka (pahala) hijrahnya (dinilai) kepada Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang hijrahnya diniatkan untuk kepentingan&lt;br /&gt;harta dunia yang hendak dicapainya, atau karena seorang&lt;br /&gt;wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya akan dibalas&lt;br /&gt;sebagaimana yang ia niatkan.” (HSR. Bukhari dan Muslim dalam&lt;br /&gt;kedua Shahih-nya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;Penjelasan Hadits&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, niat itu merupakan neraca bagi sahnya&lt;br /&gt;suatu perbuatan. Niat merupakan kehendak yang pasti,&lt;br /&gt;sekalipun tidak disertai dengan amal. Maka dari itu, kadangkadang&lt;br /&gt;kehendak ini merupakan niat yang baik lagi terpuji, dan&lt;br /&gt;kadang merupakan niat yang buruk lagi tercela. Hal ini&lt;br /&gt;tergantung dari apa yang diniatkan, dan juga tergantung kepada&lt;br /&gt;pendorong dan pemicunya; Apakah untuk dunia ataukah untuk&lt;br /&gt;akhirat? Apakah untuk mencari keridhaan Allah, ataukah untuk&lt;br /&gt;mencari keridhaan manusia? Sebagaimana sabda Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;Kemudian mereka dibangkitkan menurut niat mereka… (HR.&lt;br /&gt;Ibnu Majah, no. 4229 dan Ahmad, II/392)&lt;br /&gt;Karena peranan niat dalam mengarahkan amal menentukan&lt;br /&gt;bentuk dan bobotnya, maka para ulama menyimpulkan banyak&lt;br /&gt;kaidah fiqh yang diambil dari hadits ini, yang merupakan kaidah&lt;br /&gt;yang luas. Diantara kaidah itu ialah:&lt;br /&gt;(suatu perkara tergantung dari tujuan niatnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;Niat dan Tujuan Syariat&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnul Qayyim berkata, ”Niat adalah ruh amal, inti dan&lt;br /&gt;sendinya. Amal itu mengikuti niat. Amal menjadi benar karena&lt;br /&gt;niat yang benar. Dan amal menjadi rusak karena niat yang&lt;br /&gt;rusak.” (I’lamul Muwaqqi’in VI/106, tahqiq Syaikh Masyhur&lt;br /&gt;Hasan Salman).&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan dua&lt;br /&gt;kalimat yang sangat dalam maknanya, yaitu, sesungguhnya&lt;br /&gt;amal-amal bergantung kepada niat dan seseorang memperoleh&lt;br /&gt;apa yang diniatkan.&lt;br /&gt;Dalam kalimat pertama, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;menjelaskan, amal tidak ada artinya tanpa ada niat. Sedangkan&lt;br /&gt;dalam kalimat kedua, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;menjelaskan, orang yang melakukan suatu amal, ia tidak&lt;br /&gt;memperoleh apa-apa kecuali menurut niatnya. Hal ini mencakup&lt;br /&gt;iman, ibadah, da’wah, muamalah, nadzar, jihad, perjanjian dan&lt;br /&gt;tindakan apapun.&lt;br /&gt;Pengaruh niat dalam sah atau tidaknya suatu ibadah sudah&lt;br /&gt;dijelaskan di atas. Semua amal qurbah (untuk mendekatkan diri&lt;br /&gt;kepada Allah) harus dilandaskan kepada niat. Suatu tindakan&lt;br /&gt;tidak dikatakan ibadah, kecuali disertai niat dan tujuan. Maka&lt;br /&gt;dari itu, sekalipun seseorang menceburkan diri ke dalam air&lt;br /&gt;tanpa niat mandi, atau masuk kamar mandi semata untuk&lt;br /&gt;membersihkan diri, atau sekedar menyegarkan badan, maka&lt;br /&gt;perbuatan itu tidak termasuk amal qurbah dan ibadah.&lt;br /&gt;Contoh lain, ada seseorang tidak makan sehari penuh karena&lt;br /&gt;tidak ada makanan, atau karena pantang makan, atau karena&lt;br /&gt;akan dioperasi, maka ia tidak disebut orang yang melakukan&lt;br /&gt;ibadah puasa.&lt;br /&gt;Contoh lain, seseorang yang berputar mengelilingi Ka’bah untuk&lt;br /&gt;mencari sesuatu yang jatuh, atau mencari saudaranya yang&lt;br /&gt;hilang, maka orang tersebut tidak dikatakan melakukan thawaf&lt;br /&gt;yang disyariatkan.&lt;br /&gt;Imam Nawawi menjelaskan, niat itu disyariatkan untuk&lt;br /&gt;beberapa hal berikut.&lt;br /&gt;Pertama, untuk membedakan antara ibadah dengan kebiasaan&lt;br /&gt;(adat). Misalnya duduk di masjid, ada yang berniat istirahat, ada&lt;br /&gt;pula yang tujuannya untuk i’tikaf. Mandi dengan niat mandi&lt;br /&gt;junub, berbeda dengan mandi yang hanya sekedar untuk&lt;br /&gt;membersihkan diri. Yang membedakan antara ibadah dan&lt;br /&gt;kebiasaan adalah niat.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini, ketika&lt;br /&gt;seorang laki-laki yang berperang karena riya (ingin dilihat&lt;br /&gt;orang), karena fanatisme golongan, dan berperang karena&lt;br /&gt;keberanian. Siapakah yang berperang di jalan Allah? Maka&lt;br /&gt;beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:&lt;br /&gt;Barangsiapa berperang dengan tujuan agar kalimat Allah adalah&lt;br /&gt;yang paling tinggi, maka itulah fi sabilillah. (HR. Al-Bukhari&lt;br /&gt;dalam Kitabul Ilmi no. 123 (Fat-hul Baari I/222) dan Muslim&lt;br /&gt;Kitabul Imarah no. 1904, Tirmidzi no. 1646, Abu Dawud no.&lt;br /&gt;2517, Ibnu Majah no. 2783 dan an-Nasaa-I VI/23 dari Sahabat&lt;br /&gt;Abu Musa al-Asy’ari)&lt;br /&gt;Kedua, untuk membedakan antara satu ibadah dengan ibadah&lt;br /&gt;yang lain. Misalnya seseorang mengerjakan shalat empat&lt;br /&gt;rakaat. Apakah diniatkan shalat Dhuhur ataukah shalat sunnat&lt;br /&gt;(ataukah diniatkan untuk shalat Ashar)? Yang membedakannya&lt;br /&gt;adalah niat. Demikian juga dengan orang yang memerdekakan&lt;br /&gt;seorang hamba, apakah ia niatkan untuk membayar kafarah&lt;br /&gt;(tebusan), ataukah ia niatkan untuk nadzar, atau yang lainnya?&lt;br /&gt;Jadi yang penting, untuk membedakan dua ibadah yang sama&lt;br /&gt;adalah niat. (Syarah Arba’in oleh Imam Nawawi hal. 8).&lt;br /&gt;Kata niat yang sering diulang-ulang dalam hadits Nabi&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam dan firman Allah, terkadang dengan&lt;br /&gt;makna iradah, dan terkadang dengan makna qashd&lt;br /&gt;dan sejenisnya. Seperti dalam surat Ali Imran ayat 152, surat Al&lt;br /&gt;Isra` ayat 18-19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font style="font-weight: bold;"&gt;Niat yang Ikhlas Merupakan Dasar Diterimanya Amal&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan niat harus disertai dengan menghilangkan segala&lt;br /&gt;keburukan, nafsu, dan keduniaan. Niat itu harus ikhlas karena&lt;br /&gt;Allah dalam setiap amal, agar amal itu diterima di sisi Allah.&lt;br /&gt;Setiap amal shalih mempunyai dua syarat, yang tidak akan&lt;br /&gt;diterima kecuali dengan keduanya, yaitu: Pertama, niat yang&lt;br /&gt;ikhlas dan benar. Kedua, sesuai dengan Sunnah, mengikuti&lt;br /&gt;contoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan syarat&lt;br /&gt;pertama, kebenaran batin akan terwujud. Dan dengan syarat&lt;br /&gt;kedua, kebenaran lahir akan terwujud.&lt;br /&gt;Tentang syarat pertama telah disebutkan dalam sabda Nabi&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya amal-amal itu&lt;br /&gt;hanya tergantung pada niatnya.” Inilah yang menjadi timbangan&lt;br /&gt;batin.&lt;br /&gt;Sedangkan syarat kedua disebutkan dalam sabda Nabi&lt;br /&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntutan dari kami,&lt;br /&gt;maka amalan tersebut tertolak. (HR. Bukhari no. 2697, Muslim&lt;br /&gt;no. 1718, Abu Dawud no. 4606 dan Ibnu Majah no. 14 dari&lt;br /&gt;hadits Aisyah)&lt;br /&gt;Allah telah menyebutkan dua syarat ini dalam beberapa ayat, di&lt;br /&gt;antaranya:&lt;br /&gt;Dan siapakah yang lebih baik agamanya dar i orang yang ikhlas&lt;br /&gt;menyerahkan dir inya kepada Allah, sedangkan diapun&lt;br /&gt;mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang&lt;br /&gt;lurus. (QS An Nisa`: 125)&lt;br /&gt;Menyerahkan dirinya kepada Allah artinya, mengikhlaskan amal&lt;br /&gt;kepada Allah, mengamalkan dengan iman dan mengharapkan&lt;br /&gt;ganjaran dari Allah. Sedangkan berbuat baik artinya, dalam&lt;br /&gt;beramal mengikuti apa yang disyariatkan Allah, dan apa yang&lt;br /&gt;dibawa oleh Rasul-Nya berupa petunjuk dan agama yang haq.&lt;br /&gt;Dua syarat ini, bila salah satunya tidak terpenuhi, maka amal ini&lt;br /&gt;tidak sah. Jadi harus ikhlas dan benar. Ikhlas karena Allah, dan&lt;br /&gt;benar mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Lahirnya ittiba’, dan batinnya ikhlas. Bila salah satu syarat ini&lt;br /&gt;hilang, maka amal itu akan rusak. Bila hilang keikhlasan, maka&lt;br /&gt;orang itu akan jadi munafik dan riya’ kepada manusia.&lt;br /&gt;Sedangkan bila hilang ittiba’, artinya tidak mengikuti contoh&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang itu sesat dan&lt;br /&gt;bodoh (jahil). (Tafsir Ibnu Katsir, I/616, Cet. Darus Salam).&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, jelaslah, betapa pentingnya peran niat dalam&lt;br /&gt;amal. Niat itu harus ikhlas. Dan ikhlas semata tidak cukup&lt;br /&gt;menjamin diterimanya amal, selagi tidak sesuai dengan&lt;br /&gt;ketetapan syariat dan dibenarkan Sunnah. Sebagaiman amal&lt;br /&gt;yang dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat, tidak akan&lt;br /&gt;diterima, selagi tidak disertai dengan ikhlas; sama sekali tidak&lt;br /&gt;ada bobotnya dalam timbangan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya di&lt;br /&gt;Maktabah Abu Salma al-Atsari&lt;br /&gt;http://dear.to/abusalma&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/953545750398747474-8524401049068675012?l=cavanachg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cavanachg.blogspot.com/feeds/8524401049068675012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/04/pentingnya-niat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/8524401049068675012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/953545750398747474/posts/default/8524401049068675012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cavanachg.blogspot.com/2009/04/pentingnya-niat.html' title='PENTINGNYA NIAT'/><author><name>abdullah</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
